"Kuota BBM subsidi untuk DKI Jakarta itu setahun rata-rata mencapai 3,5 juta kilo liter (KL) lebih. Jika itu dihilangkan karena DKI Jakarta tidak lagi mendapatkan kuota BBM subsidi maka negara bisa hemat sekitar Rp 30 triliun, karena subsidi per liternya sekitar Rp 5.000-Rp 7.000 per liter," papar Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa, kepada detikFinance, Jumat (8/8/2014).
Fanshurullah mengungkapkan, BPH Migas mempunyai wewenang untuk membagikan jatah BBM subsidi yang ditetapkan APBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengharapkan, Pemprov DKI Jakarta benar-benar merealisasikan rencana penghapusan BBM subsidi tersebut.
"Itu kebijakan sangat bagus, kami berharap ini tidak sekedar wacana-wacana lagi," tutupnya.
(rrd/dnl)











































