Ini SPBU di Jakpus yang Boleh Jual Solar Subsidi Lagi

Ini SPBU di Jakpus yang Boleh Jual Solar Subsidi Lagi

- detikFinance
Sabtu, 09 Agu 2014 11:40 WIB
Ini SPBU di Jakpus yang Boleh Jual Solar Subsidi Lagi
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) meminta ada dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta Pusat yang tetap bisa menjual solar subsidi. Dari dua SPBU yang diajukan salah satunya terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Dikunjungi detikFinance, Sabtu (9/8/2014), SPBU dengan nomor seri operasi 34.104.01 ini tengah beroperasi menjual BBM. SPBU ini memiliki 10 jalur antrean mobil dan 2 jalur antrean sepeda motor.

Sepuluh jalur antrean mobil ini terdiri dari antrean kusus pembelian premium, antrean pembelian premium dan pertamax serta 2 di antaranya melayani pembelian solar. Tampak deretan mobil masing mengantre. Berbeda dengan jalur antrean kusus solar, antrean ini tampak lengang tidak seperti jalur antrean lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajar saja, memang pemerintah dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) melalui PT Pertamina Persero memang telah memerintahkan seluruh SPBU di Jakarta Pusat untuk tidak lagi menjual solar bersubsidi. Sehingga, masyarakat hanya bisa membeli solar non subsidi di SPBU-SPBU di kawasan ini.

Dari pengeras suara terdengar suara rekaman berisi pengumuman tentang pemberlakuan pembatasan solar subsidi. "Sesuai peraturan pemerintah, mulai tanggal 1 Agustus 2014 SPBU ini tidak menjual soalr bersubsidi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Pengelola Belum Tahu Boleh Jual Solar Subsidi Lagi

Hingga saat ini pihak pengelola SPBU belum mendapat pemberitahuan dari Pertamina Pusat.

"Belum tahu, belum ada sosialisasi, belum ada pemberitahuan. Jadi kita jual sesuai ketentuan saja. Tidak jual soalr bersubsidi mulai tanggal 1 kemarin," ujar salah satu Staf Pengelola SPBU Kramat Raya kepada detikFinance.

Ia mengatakan, apabila hal tersebut benar direalisasikan maka akan berdampak positif pada penjualan BBM di SPBU ini.

Pasalnya, sejak ada pemberlakuan larangan penjualan BBM solar subsidi ini, SPBU-SPBU di Jakarta Pusat termasuk SPBU yang dikelolanya mulai ditinggal pembeli.

"Mereka (konsumen solar) pada minggir. Jadi yang biasa beli solar di sini, jadi pada minggir contohnya seperti ada yang ke Manggarai. Itu kan nggak terlalu jauh dari sini, tapi sudah masih Jakarta Selatan. Jadi yang di sini ditinggal," tuturnya.

Khusus di SPBU Kramat Raya dengan nomor seri operasi 34.104.01, sebelum ada pembatasan rata-rata mampu menjual sekitar 3000 liter solar per hari. Namun akibat adanya pelarangan ini volume penjualannya pun ikut turun menjadi di bawah 1000 liter solar per hari.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads