Rencana ini dikhawatirkan akan merugikan para pelaku usaha SPBU di DKI Jakarta. "Menurut saya, ini mematikan usaha SPBU di Jakarta. SPBU di Jakarta akan ditinggal sama pembelinya," ujar salah satu Staf Pengelola SPBU Kramat Raya kepada detikFinance, Sabtu (9/8/2014).
Dirinya mempertanyakan tujuan pelarangan ini. Menurutnya, bila tujuannya untuk mengurangi kuota subsidi maka hal tersebut dianggap tidak efektif. "Karena kan, yang namanya orang itu selama masih ada yang murah pasti dikejar. Ini namanya cuma memindahkan pembeli dari yang semula membeli di Jakarta menjadi membeli di luar Jakarta," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang dari Depok ke Jakarta atau kota pinggiran kan nggak terlalu jauh. Mereka bisa beli BBM subsidi sebelum masuk Jakarta. Kecuali kalau semua kota menerapkan, baru efektif itu pelarangannya," pungkas dia.
(ang/ang)











































