Melihat kondisi ini, dan atas permintaan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, PT PLN (Persero) memiliki strategi khusus. Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyebut, pihaknya akan meningkatkan kapasitas pembangkit yang ada saat ini. Kapasitasnya akan ditingkatkan serupa dengan kapasitas PLTU Batang yakni mencapai 2X1.000 MW.
Β
"Pembangkit PLN tinggal kapasitas saja ditambah," kata Nur usai bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/8/2014).
Lokasi pembangkit sendiri tersebar di pulau Jawa. Nur menyebut tambahan kapasitas tersebut akan memakai bahan bakar gas. Pasokan gas dinilai terus meningkat dan stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang diperlukan untuk menambah kapasitas pembangkit listrik tambahan tersebut mencapai Rp 20 triliun. "Kira-kira kalau US$ 1 juta per 1 MW. Kira-kira Rp 20 triliun," ujarnya.
Β
Terkait persoalan lahan di LPTU Batang, hasil rapat koordinasi terakhir akan mencari alternatif lokasi lain dan meminta PLN menyelesaikan pembebasan lahan di lokasi PLTU Batang. Proses pembebasan lahan oleh PLN akan tetap dikerjakan sejalan dengan peningkatan kapasitas pembangkit yang ada saat ini.
"Putusan di Batang satu adalah PLN diminta melakukan pembebasan tanah. Opsi kedua, pemindahan PLTU Batang di lokasi lain di mana persoalan pembebasan tanah nggak ada," jelasnya.
Nur memprediksi Jawa Tengah bisa memiliki pasokan listrik luar biasa ketika persoalan lahan di Batang terselesaikan. Pasalnya pembangunan pembangkit di lokasi berbeda yang berkapasitas 2X1.000 MW juga tetap dilaksanakan. Listrik ini dinilai tidak akan sia-sia karena kebutuhannya akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.
"Kebutuhan PLTU kan masih ada selama ekonomi tumbuh. Ini nggak akan sia-sia. Nanti Jawa Tengah bukan hanya punya 2X1.000 MW tapi tambahannya 2X1.000 MW," katanya.
(feb/hds)











































