Pejabat Kemenkeu: Harga BBM Rp 11.000/Liter, Sekarang Vietnam Bisa Maju

Pejabat Kemenkeu: Harga BBM Rp 11.000/Liter, Sekarang Vietnam Bisa Maju

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2014 16:10 WIB
Pejabat Kemenkeu: Harga BBM Rp 11.000/Liter, Sekarang Vietnam Bisa Maju
Jakarta -

Subsidi BBM saat ini jumlahnya mencapai Rp 246 triliun, dan terus membebani anggaran negara. Jumlah subsidi ini harus dikurangi, sehingga pemerintah punya anggaran untuk membangun infrastruktur.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, Vietnam sebagai negara yang lebih miskin dibandingkan Indonesia, harga BBM-nya Rp 11 ribu/liter.

"Kita lihat Vietnam saja yang jauh lebih miskin dari kita, harga BBM itu Rp 11 ribu loh. Tapi sekarang kan Vietnam bisa maju karena tidak terbebani oleh subsidi BBM," ujar Askolani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (11/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengurangi subsidi BBM, Askolani mengatakan, konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) sangat diperlukan. Produksi gas Indonesia memang cukup tinggi, sementara lifting atau produksi minyak Indonesia terus menipis. "Dan kita tidak sadar bahwa minyak itu mahal," jelas Askolani.

Bila anggaran negara tidak dibebani oleh subsidi BBM, lanjut Askolani, maka pemerintah akan fleksibel untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, Askolani berharap, pemerintah baru akan bisa mengendalikan dan menekan angka subsidi BBM tahun depan. Sementara untuk tahun ini, pemerintah telah menetapkan jumlah kuota BBM subsidi 46 juta kiloliter (KL), atau lebih rendah dari tahun lalu 48 juta KL.

"Kalau ini (penurunan kuota BBM subsidi) tidak kita lakukan, maka defisit kita akan lebih dari 2,4% dari PDB, dan ini pemerintah tidak mau, kemenkeu tidak mau. Itu soalnya berisiko kalau kita membiarkan defisit di atas 2,4% dalam APBN-P," papar Askolani.

(dnl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads