"Ketergantungan BBM (bahan bakar minyak) pembangkit khususnya yang di luar Jawa masih sangat tinggi. Tentunya jika Pertamina merealisasikan menghentikan pasokan solar, tentunya akan banyak pemadaman listrik," ucap Direktur BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki dihubungi detikFinance, Selasa (12/8/2014).
Berdasarkan data statistik PLTD PLN se-Indonesia 2013, ini wilayah yang masih bergantung listrik dari pembangkit listrik solar:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Aceh: 216 unit dengan kapasitas 111,26 MW (megawatt)
- Sumatera Utara: 26 unit dengan kapasitas 12,56 MW
- Sumatera Barat: 91 unit dengan kapasitas 31,40 MW
- Riau: 382 unit dengan kapasitas 81,78 MW
- Kepulauan Riau: 135 unit dengan kapasitas 77 MW
- Sumatera Selatan: 80 unit dengan kapasitas 8 MW
- Jambi: 25 unit dengan kapasitas 11 MW
- Bengkulu: 45 unit dengan kapasitas 22 MW
- Bangka Belitung: 56 unit dengan kapasitas 88,20 MW
- Lampung: 39 unit dengan kapasitas 3,85 MW
- Kalimatan Barat: 274 unit dengan kapasitas 185,18 MW
- Kalimantan Selatan: 107 unit dengan kapasitas 128,82 MW
- Kalimantan Tengah: 277 unit dengan kapasitas 76 MW
- Kalimantan Timur: 288 unit dengan kapasitas 223,90 MW
- Sulawesi Utara: 135 unit dengan kapasitas 104,80 MW
- Gorontalo: 22 unit dengan kapasitas 27,91 MW
- Sulawesi Tengah: 297 unit dengan kapasitas 132,04 MW
- Sulawesi Selatan: 63 unit dengan kapasitas 64,13 MW
- Sulawesi Tenggara: 163 unit dengan kapasitas 100,24 MW
- Sulawesi Barat: 20 unit dengan kapasitas 6,21 MW
- Maluku: 418 unit dengan kapasitas 146,72 MW
- Maluku Utara: 213 unit dengan kapasitas 48 MW
- Papua: 149 unit dengan kapasitas 96,21 MW
- Papua Barat: 159 unit dengan kapasitas 50,14 MW
- istribusi Bali: 13 unit dengan kapasitas 3,73 MW
- Wilayah Nusa Tenggara Barat: 147 unit dengan kapasitas 139,10 MW
- Wilayah Nusa Tenggara Timur: 551 unit dengan kapasitas 147,23 MW
- PT PLN Batam: 31 unit dengan kapasitas 125,47 MW
- PT PLN Tarakan: 9 unit dengan kapasitas 19,22 MW
- Kit Sumbagut: 36 unit dengan kapasitas 215,36 MW
- Kit Sumbagsel: 36 unit dengan kapasitas 243,73 MW
- Distribusi Jawa Timur: 35 unit dengan kapasitas 8,33 MW
- Banten: 2 unit dengan kapasitas 0,40 MW
- PT Indonesia Power: 17 unit dengan kapasitas 91,90 MW
(rrd/dnl)











































