Kondisi tersebut diakui Menteri ESDM Jero Wacik. Produksi minyak nasional selama pemerintahan SBY memang terus turun, tetapi hal itu sulit dihindarkan.
"Saat awal menjadi presiden, Pak SBY juga diwarisi produksi minyak yang terus turun. Diwarisi sumur-sumur minyak yang sudah berusia tua," kata Jero ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi minyak kita anjlok itu kan karena selain sumur-sumur minyaknya sudah tua, ratusan perizinan harus dipenuhi untuk mengebor minyak. Makanya kita susah dapat sumur-sumur minyak yang baru. Kenapa perizinannya banyak? Ya itu karena sejak warisan pemerintahan sebelumnya juga, dari dulu begitu," ungkapnya.
Jero menegaskan, di masa pemerintahan SBY, produksi minyak nasional memang turun tetapi gas bumi justru naik. "Minyak turun, gas kita naik. Jadi imbang lah," ujarnya.
(rrd/hds)










































