"Kalau itu berlaku, tentu akan ada dampaknya. Tapi kita sudah perkirakan itu dan melihat akan berdampak pada naiknya inflasi 2014," ucap Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2014).
Agus memperkirakan inflasi masih cukup terkendali meskipun ada kenaikan tarif listrik dan elpiji 12 kg. BI masih mempertahankan target inflasi 2014 di kisaran 3,5-5,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Pertamina menyatakan tengah berencana menaikkan harga elpiji 12 kg. "Kita putuskan di medio Agustus 2014 ini. Timing-nya masih kita kaji kapan. Nanti kalau sudah diputuskan, kami akan sampaikan ke masyarakat," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Rabu (13/8/2014).
Besaran kenaikan, lanjut Ali, akan sekitar Rp 1.000-1.500 per kg. Menurutnya, elpiji 12 kg merupakan barang non subsidi sehingga kebijakan menaikkan harga tidak perlu izin pemerintah. Ini murni aksi korporasi.
Selain itu, tambah Ali, pengguna elpiji 12 kg kebanyakan adalah kelompok masyarakat mampu. Oleh karena itu, dampaknya terhadap inflasi tidak akan signifikan.
"Pengguna elpiji 12 kg itu kelas menengah ke atas dan jumlahnya hanya 15% dari seluruh total pengguna elpiji. Kekhawatiran terjadi inflasi sudah dikaji, kecil sekali," papar Ali.
(rrd/hds)











































