"Lifting minyak nasional realisasinya mencapai 788.000 barel per hari (bph), atau masih 93% dari target produksi minyak dalam APBN Perubahan 2014 mencapai 818.000 barel per hari," ujar Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko di acara Laporan Kinerja Semester I-2014 SKK Migas, di City Plaza Lantai 9, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Widjonarko mengatakan, walau produksi minyak turun, namun untuk produksi gas bumi justru melampaui target APBN yakni 6.853 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) terealisasi 7.036 MMSCFD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan target penerimaan migas dari yang ditetapkan US$ 29,7 miliar sudah terealisasi 67,7% atau sebanyak US$ 20,1 miliar.
"Cost recovery (pengembalian investasi yang telah dikeluarkan perusahaan migas) yang ditetapkan US$ 15 miliar sudah terealisasi US$ 10,9 miliar atau sudah mencapai 72,7%," tutupnya.
(rrd/dnl)











































