"Ya semuanya inginnya kita memberikan contoh," kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014).
Menurutnya, sejak memimpin Jakarta bersama Ahok, mereka berdua memang ingin agar Jakarta menjadi role model kota gas di Indonesia. Hal ini dimulai dengan bajaj, taksi dan kendaraan dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan energi berbasis gas bumi BBG di wilayah DKI Jakarta.
PGN memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah untuk mengurangi beban subsidi akibat tingginya ketergantungan terhadap BBM. Yaitu melalui pembangunan infrastruktur baik dalam bentuk pipa gas untuk sektor rumah tangga, komersial dan industri serta SPBG dan Mobile Refueling Unit (MRU) bagi sektor transportasi.
"Kami memiliki kerjasama dan dukungan yang sangat baik dari pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan ibu kota ini sebagai kota berbasis gas bumi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Dukungan dari Pak Jokowi dan Pak Ahok yang luar biasa terhadap penggunaan gas bumi di Jakarta, memungkinkan PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas di Jakarta seperti yang sudah kami lakukan saat ini," jelas Asisstant Vice President Komunikasi Korporat PGN, Irwan Atmanto.
Irwan juga menjelaskan bahwa saat ini emiten berkode PGAS itu terus mengembangkan infrastruktur gas bumi di DKI Jakarta. Di sektor rumah tangga misalnya, tahun ini ada penambahan sambungan baru gas bumi sebanyak 5.200 pelanggan, dari yang sudah ada saat ini sebanyak 13.600 rumah tangga.
Di sektor transportasi, PGN juga menambah pembangunan SPBG dan MRU untuk memudahkan akses masyarakat mendapatkan BBG. Saat ini di Jakarta PGN menyuplai gas bumi untuk 14 SPBG. Selain itu PGN juga mengoperasikan sendiri SPBG dan MRU. MRU itu antara lain ada di Monas dan Pangkalan Bus Trans Jakarta di Cawang.
(ang/dnl)











































