Kendaraan Pakai BBG Masih Minim, Ini Sebabnya

Kendaraan Pakai BBG Masih Minim, Ini Sebabnya

- detikFinance
Selasa, 19 Agu 2014 11:56 WIB
Kendaraan Pakai BBG Masih Minim, Ini Sebabnya
Jakarta - Frekuensi kendaraan yang masuk dan keluar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) jauh lebih sedikit dibandingkan yang keluar masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pihak pengelola SPBG mengakui minat pemilik kendaraan, khususnya di Jakarta, untuk mengganti bahan bakar kendaraan dari minyak ke gas (BBG) masih sedikit. Apa sebabnya?

"Yang memberatkan pemilik kendaraan pakai gas ini adalah bagaimana mereka harus investasi untuk converter kit. Itu yang memberatkan dan mereka lebih memilih pakai premium dibandingkan gas," ungkap Site Manager SPBG Petross PT Petross Gas Adin Nurhadi saat ditemui detikFinance di lokasi, Selasa (19/08/2014).

Nurhadi menambahkan, walaupun harga gas di SPBG lebih murah, masyarakat tetap akan memilih bensin premium sebagai bahan bakar kendaraan mereka. Lagi-lagi yang dikeluhkan adalah mahalnya harga converter kit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga gas Rp 3.100/lsp (Liter Setara Premium), harga premium Rp 6.500/liter. Tetapi investasi gas ini kan cukup mahal karena kita harus beli converter kit," imbuhnya.

Tetapi lain jika pemerintah menggratiskan pengadaan converter kit. Ia optimistis minat masyarakat mengganti dan membeli gas sebagai bahan bakar kendaraan akan meningkat.

"Kalau pemerintah menyediakan converter kit dengan gratis, saya yakin konsumsi BBG akan meningkat. Saat ini masih kalah jauh dengan konsumsi premium. Jadi SPBG sepi, SPBU ramai," cetusnya.

(wij/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads