Dalam dialog tersebut akan dipaparkan sejumlah rekomendasi-rekomendasi soal ketahanan energi nasional dalam jangka panjang, termasuk permasalahan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Anggota DEN dari kalangan akademisi Rinaldy Dalimi mengatakan, dalam acara tersebut akan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di bidang energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat miskin yang sejati miskin itu jangankan mobil, sepeda pun bisa jadi mereka tidak punya. Mereka sebenarnya tidak mengkonsumsi BBM itu. Jadi masyarakat miskin harus disubsidi dalam bentuk yang berbeda, bukan disubsidi BBM," kata Rinaldi dalam paparan media di kantor DEN, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Rekomendasi lain adalah upaya perubahan paradigma dalam hal pemanfaatan sumber energi yang ada di bumi Indonesia.
"Ke depan harus ada perubahan paradigma, dari yang semula memandang energi sebagai sumber pendapatan, sekarang harus memandang energi sebagai modal pembangunan," tambahnya.
Langkah konkretnya dengan memanfaatkan sumber-sumber energi yang tersedia di tanah air sebagai penopang bergeraknya industri. Ia mengatakan ketersediaan infrastruktur menjadi syarat mutlak. Khususnya infrastruktur yang menyediakan atau mendistribusikan energi ini harus tersedia.
"Pasti mudah diperoleh, pasti tersedia. Kalau sekarang kan kita ingin konversi BBM ke BBG tapi SPBG-nya tidak ada. Jadi memang infrastruktur menjadi penting," pungkasnya.
Ia menegaskan agar pemerintah baru dapat memanfaatkan rekomendasi DEN untuk menciptakan ketahanan energi nasional dengan mengacu pada Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2050.
"Pemerintah baru sudah mempunyai alat menggunakan KEN 2050. Harus ada terobosan untuk mencapai target KEN. Dan Pemerintah baru dapat memanfaatkan DEN yang anggotanya ada 7 menteri dan 8 stakeholder," tuturnya.
Rencananya dalam forum ini akan dihadiri oleh seluruh pejabat harian DEN yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Harian Menteri ESDM Jero Wacik.
Adapun anggota dari unsur pemerintah adalah Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pertanian Suswono, Menristek Gusti Muhammad Hatta, dan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.
Sementara, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2014-2019 adalah Tumiran dan Rinaldy Dalimi yang mewakili kalangan akademisi, Achdiat Atmawinata dan Abadi Poernomo yang mewakili kalangan industri, Andang Bachtiar yang mewakili kalangan Teknologi, A. Sonny Keraf yang mewakili kalangan lingkungan hidup, serta Syamsir Abduh dan Dwi Hary Soeryadi yang mewakili kalangan konsumen.
(hen/hen)











































