"Kita tahu saat ini Kaltim masih byar-pet. Papua, Sumatera, juga nasibnya sama. Kebutuhan listriknya tidak terpenuhi," ucap Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha ditemui di dialog Dewan Energi Nasional (DEN) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (21/8/2014).
Satya mengatakan, padahal semua daerah tersebut merupakan lumbung energi. "Kaltim itu punya batu bara, punya gas yang banyak. Papua punya potensi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang besar. Sumatera wilayahnya ring of fire yang banyak gunung dan memiliki potensi panas bumi cukup banyak. Dengan mengandalkan potensi tersebut, mestinya listrik nggak akan byar pet di sana," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, harga keekonomian premium saat ini sekitar Rp 11.000-12.000 per liter. Namun dengan adanya subsidi, harga jual premium menjadi hanya Rp 6.500 per liter.
(rrd/hds)











































