Ini Cara Dewan Energi 'Paksa' Presiden Baru Naikkan Harga BBM

Ini Cara Dewan Energi 'Paksa' Presiden Baru Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Kamis, 21 Agu 2014 15:07 WIB
Ini Cara Dewan Energi Paksa Presiden Baru Naikkan Harga BBM
Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) sudah sejak lama merekomendasikan agar pemberian subsidi tidak dikaitkan pada harga, seperti yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM). Untuk itu DEN meminta agar pemerintah segera menaikan harga BBM subsidi menuju pada harga keekonomian.

Anggota DEN Rinaldi Dalimi mengatakan, DEN sedang merampungkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

"KEN saat ini tinggal menunggu tandatangan presiden. Setelah KEN ditandatangani maka akan disusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), di mana dalam KEN dan RUEN tersebut mewajibkan harga BBM subsidi saat ini dinaikan ke harga keekonomian. Jadi tidak disubsidi lagi," ungkap Rinaldi ditemui di Dialog DEN di Hotel Borobudur, Kamis (21/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, KEN yang di dalamnya mensyaratkan kenaikan harga BBM subsidi wajib diikuti atau dilaksanakan oleh pemerintah.

"Itu wajib dilakukan pemerintah. Jika sudah ditandatangani presiden, akan berlaku mulai 2015. Artinya presiden baru wajib menaikkan harga BBM subsidi mengarah ke harga keekonomian," papar Rinaldi.

Namun, kapan waktunya kenaikan harga BBM subsidi, semua terserah keputusan presiden. "Kapan waktunya, berapa besarannya, itu tergantung presiden yang baru. Ini menyangkut kebijakan politik juga, pertimbangannya banyak," tuturnya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads