Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (DJP2HP) Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) Saut Parulian Hutagalung mengatakan, saat ini 60% nelayan yang bekerja menghasilkan produk kelautan masih menggunakan BBM bersubsidi.
"Masih 60%, memang akan berpengaruh signifikan," kata Saut dalam sebuah diskusi Kelautan dan Perikanan di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (22/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berpengaruh pada produksi, dia juga mengatakan, ini akan berpengaruh terhadap harga ikan. Namun sayang dia tidak menyebut kisaran presentasi naiknya harga ikan jika kebijakan ini terus berlanjut.
"Sebetulnya ini kan faktornya BBM. Yang menentukan harga akhir itu tidak hanya BBM, kalau ada kemudahan di luar BBM itu akan tertutupi," kata Saut.
(zul/dnl)











































