Selain di Cirebon, Antrean di SPBU Juga Terjadi Surabaya dan Kalimantan

- detikFinance
Minggu, 24 Agu 2014 18:03 WIB
Jakarta - Sejumlah SPBU di wilayah Pantai Utara Jawa Barat (Pantura) seperti Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Majalengka terjadi antrean panjang kendaraan beberapa hari terakhir.

Menurut pihak PT Pertamina, fenomena ini tak hanya terjadi di Pantura, tapi di wilayah lainnya, sebagai konsekuensi dipangkasnya kuota BBM subsidi di 2014.

Pihak Pertamina beralasan, dipangkasnya kuota BBM subsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter, sehingga ada pembatasan kuota harian di seluruh SPBU-SPBU di Indonesia. Tujuannya agar pasokan BBM subsidi bisa cukup hingga akhir 2014.

"Pertamina harus memastikan kuota itu tidak melebihi hingga akhir tahun," kata Asisten Manager External Relation Region III PT Pertamina, Mila Suciyani kepada detikFinance, Minggu (24/8/2014).

Pembatasan kuota untuk BBM bersubsidi ini dilakukan secara nasional. Hingga dampaknya pun akan merata di seluruh SPBU di Indonesia.

Ia mengatakan, antrean tak hanya terjadi di Cirebon dan daerah sekitarnya saja, melainkan di wilayah lain di Indonesia pun terjadi antrean namun tidak begitu masif.

"Ini kan di seluruh Indonesia, tak hanya Cirebon saja. Seperti di Kalimantan, di Bali, di Surabaya juga," katanya.

Terkait wilayah Cirebon dan sekitarnya yang terjadi antrean panjang kendaraan-kendaraan di SPBU-SPBU beberapa hari terakhir, menurutnya bisa jadi disebabkan karena jalur ini rute utama pergerakan kendaraan di Jawa, dan peningkatan konsumsi pada akhir pekan.

"Saya nggak tahu, mungkin karena akhir pekan, atau kendaraan dari luar kota masuk ke Cirebon. Kalau dibilang langka sih tidak, stok aman," tuturnya.

Kebijakan pembatasan kuota menurutnya hanya dilakukan terhadap BBM non subsidi. Pembatasan volume penjualan tak berlaku untuk BBM non subsidi seperti Pertamax atau Pertamax Plus.

Seorang pembaca detikFinance bernama Sopran dari Kalimantan Timur (Kaltim) juga mengakui terjadi antrean kendaraan di SPBU di wilayahnya.

"Di lingkungan saya BBM sudah Rp 12.000/liter. Saat saya di daerah Sangkulirang Kaltim. Padahal di sini penghasil minyak dan selalu antre di SPBU. Ada yang rela menginap," katanya.

(zul/hen)