Jika berkaca pada keputusan pemerintah, pada Juli 2013 lalu dengan menaikkan harga BBM subsidi, berdampak pada penurunan konsumsi BBM subsidi mencapai 1,5 juta kilo liter. Artinya cara yang ampuh menekan konsumsi dan alokasi dana BBM subsidi adalah dengan cara menaikkan harga.
"Efektif, cerdas dan minim risiko, buktinya keputusan menaikkan harga BBM subsidi untuk premium dari Rp 4.500 per liter jadi Rp 6.500 per liter dan solar dari Rp 4.500 per liter jadi Rp 5.500 per liter, diterima semua pihak, tidak ada gejolak di masyarakat," ucap Fanshurullah Asa kepada detikFinance, Senin (25/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan kendaraan makin meningkat, apalagi 70% BBM subsidi yang jumlahnya hampir Rp 300 triliun itu dinikmati orang mampu dan kaya yang seharusnya tidak perlu disubsidi," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng, pihaknya sudah sejak dari dulu berharap pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi.
"Percaya deh, harga BBM subsidi naik, manfaat bagi rakyat justru lebih besar. Penyalahgunaannya juga makin kecil karena disparitasnya makin mengecil," katanya.
"Tapi kami kan cuma bisa mengusulkan, tidak punya kewenangan untuk menaikkan harga BBM subsidi," tutupnya.
(rrd/hen)











































