"Kami di Kalimantan Selatan, sudah lama mengalami antrean solar yang panjang. Pemandangan antrean solar sampai mengular berkilometer sudah bertahun-tahun, mungkin sudah hampir 3-5 tahun belakangan ini solar semakin sulit didapat," kata Rina warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam surat elektroniknya, Selasa (26/8/2014)
Rina mengusulkan, agar pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi secara bertahap sehingga harga BBM subsidi dan non subsidi perbedaan harganya tidak terlalu jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, harga BBM subsidi yang murah sering diselewengkan ke pengguna industri dan perkebunan. Ia menduga para pelangsir (penimbun) ikut bermain yang menyulitkan kami para pengusaha bekerja.
"Apabila dengan keadaan yang sekarang subsidi dibatasi, akan semakin penyelewangan merajalela. Antrean semakin parah," keluh Rina.
Rina yang juga pengusaha ini mendesak pemerintah pusat memperhatikan nasib daerah. Misalnya di Kalsel sudah lama dikurangi jatah subsidi BBM sehingga banyak menimbulkan antrean panjang di SPBU-SPBU.
"Kalau dikurangi lagi mending sekalian dihapus BBM subsidi di Kalsel, sehingga kami bisa bersaing sehat dengan pengusaha-pengusaha lain," katanya.
(hen/hds)










































