Menurut JK kelangkaan terjadi pada Pemerintahan SBY karena subsidi tinggi dan tak bisa lagi dibayarkan oleh pemerintah.
"Untuk selesaikan itu, maka pemerintah sekarang harus selesaikannya, dengan cara kurangi subsidi," kata JK di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (26/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua PMI ini belum mau berbicara banyak soal opsi kenaikan harga BBM justru terjadi pada saat pemerintahannya nanti setelah 20 Oktober 2014.
"Belum kita bicarakan. Nanti belum dibicarakan," katanya.
JK sempat mengatakan ingin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi segera dinaikkan oleh pemerintahan saat ini. Namun jika tidak, maka pemerintahan baru berencana menaikkan harga pada November tahun ini.
"Tergantung pemerintahan sekarang ini. Kalau mereka naikkan (harga BBM), tidak perlu kami naikkan nanti November," ungkap JK, sapaan Jusuf Kalla, di kediamannya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (25/8/2014).
JK berharap pemerintahan Presiden SBY yang menaikkan harga BBM bersubsidi. "Pemerintahan baru kan dilantik 20 Oktober. Berarti kalau November tak ada lagi bensin di jual, kami yang salah. Harus dari sekarang naikkan," katanya.
(hen/hds)











































