Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia, Fatchurahman mengatakan, pembatasan konsumsi BBM saat ini dirasa tak efektif. Kebijakan ini pun menimbulkan dampak yang serius di lapangan, salah satunya adalah antrean panjang di berbagai daerah.
"Menurut saya, pemerintah harus segera menaikkan (harga BBM bersubsidi)," kata Fatchurahman saat dihubungi detikFinance, Rabu (27/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya masyarakat harus mengerti bensin sudah tidak layak harganya segitu. Bedanya jauh (dengan harga internasional), sehingga terjadi penyelundupan. Makanya banyak yang bocor, tak sampai ke konsumen," katanya.
Waktu untuk menaikkan harga, menurut Fatchurahman, sebaiknya sebelum pemerintahan Presiden SBY berakhir pada 20 Oktober mendatang. "Buat Pak SBY juga untuk apa? Pemerintah uangnya tinggal sedikit," ujarnya.
Dia juga mengatakan kenaikan harga bisa dilakukan bertahap. Yang penting harus segera dilakukan sekarang karena sudah mendesak.
"Sekarang naik Rp 1.500, dan nanti periode yang akan datang Rp 1.500. Jadi mulus, kalau nggak nanti pemerintahan yang akan datang jadi Rp 3.000. Lebih baik naiknya bertahap," jelasnya.
(zul/hds)











































