Di daerah mana saja? Berikut hasil rangkuman detikFinance, Rabu (27/8/2014).
Bandung
|
|
Pantauan detikFinance, Selasa (26/8/2014), pengelola SPBU 34-40209 di Jalan Soekarno Hatta (Gedebage), Kota Bandung, memasang papan pengumuman bertulis 'Kuota Premium Subsidi Hari Ini Habis Gunakan Pertamax'.
"Baru pagi tadi Premium habis. Kalau kemarin nggak," ucap Opik, petugas SPBU di tempat tersebut, Selasa (26/8/2014).
Opik tidak mengetahui hingga kapan distribusi Premium subsidi kembali dikirim. "Sekarang jadi kendaraan pakai Pertamax," katanya.
Akibat BBM Premium habis, pengendara yang mayoritas naik sepeda motor, terpaksa beralih menggunakan BBM Pertamax.
Situasi serupa juga terjadi SPBU di Jalan Ibrahiem Adjie, Kiaracondong, Bandung. Seorang pria petugas SPBU memasang wadah sampah plastik sebelum pengendara ke tempat pengisian BBM. "Kalau di tempat kami, Premium habis sejak kemarin," ujar petugas tersebut.
Solo
|
|
Antrean pembeli BBM sudah terlihat mengular di sejumlah SPBU di Solo. Di SPBU Jalan Rajiman, SPBU Jalan Bayangkara, SPBU Jalan Veteran, dan SPBU Jalan βKapten Mulyadi, antrean itu mengular hingga ke pinggir jalan.
Meski mengantre, belum tentu masyarakat bisa memperoleh premium. Banyak SPBU yang kehabisan stok premium.
Di depan SPBU, terpampang sejumlah tulisan seperti 'Mohon Maaf, Premium dalam Proses Pengiriman', 'Premium Habis", atau 'Premium Habis, Pertamax Harga Tetap Rp 11.500'.
"Saya sudah keliling ke beberapa SPBU tetapi semua kehabisan," ujar Widi, salah seorang warga saat ditemui di SPBU Jalan Rajiman.
Ini menyebabkan masyarakat harus membeli pertamax. "Terpaksa beli pertamax, daipada tidak bisa jalan," kata Sutarto, warga Solo lainnya saat ditemui di SPBU Jalan Kapten Mulyadi.
Bukan hanya stok premium, beberapa SPBU juga mengaku kehabisan stok solar.β Seorang petugas SPBU mengatakan, dua jenis BBM itu habis sejak semalam dan belum ada kiriman lagi yang datang. "Sejak tadi malam stok habis, belum ada kiriman lagi," ujarnya.
Yogyakarta
|
|
Pembaca detikFinance, Ang Tek Khun mengatakan bensin premium habis di SPBU di Jalan Wonosari, Banguntapan, Yogyakarta. Di SPBU tersebut tak hanya BBM premium yang habis namun Pertamax juga habis.
"Tidak yakin nih selain Premium, Pertamax juga kosong? Mari silakan tengok langsung. Lokasi Jalan Wonosari Rejowinangun, Yogyakarta," kata Ang, Selasa (26/8/2014).
Ang mengaku sedari pagi sudah berkeliling 6 SPBU di Yogyakarta. Hasilnya ada beberapa SPBU yang tutup karena kehabisan bensin premium, ada juga SPBU yang antreannya sangat panjang.
"SPBU yang habis di Jalan AM Sangaji, Utara Tugu, dari depan sudah ditutup, ada papan tulisan, tulisanya premium dalam pengisian, tapi saya lihat nggak ada proses pengisian," katanya.
Ia juga mengatakan ada beberapa SPBU yang terlihat ada antrean sangat panjang seperti SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Melati, Jalan Kusuma Negara Jalan Simanjuntak.
"Sejak semalam antrean panjang. Akhirnya pagi ini saya nggak ngisi BBM untuk motor saya di SPBU, saya pilih isi BBM di pengecer. Di Jogja harganya Rp 8.000-10.000 per liter," katanya.
Banjarmasin
|
|
"Kami di Kalimantan Selatan, sudah lama mengalami antrean solar yang panjang. Pemandangan antrean solar sampai mengular berkilometer sudah bertahun-tahun, mungkin sudah hampir 3-5 tahun belakangan ini solar semakin sulit didapat," kata Rina warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam surat elektroniknya, Selasa (26/8/2014)
Rina mengusulkan, agar pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi secara bertahap sehingga harga BBM subsidi dan non subsidi perbedaan harganya tidak terlalu jauh.
"Saran kami warga Kalsel, kalau pemerintah berat mensubsidi lebih baik dinaikkan saja secara bertahap, daripada solar/bbm bersubsidi tidak ada," katanya.
Aceh
|
|
Berdasarkan pantauan detikFinance, SPBU yang terletak di kawasan Beureunuen sudah tidak beroperasi sejak tiga hari lalu. Di depan SPBU tersebut terdapat tulisan 'Maaf Premium Habis'.
Sejumlah petugas SPBU terlihat di sana. Sementara sejumlah kendaraan yang hendak mengisi premium terpaksa harus mengisi di kios-kios eceran.
Seorang petugas SPBU Beureunuen, Ikhsan, mengatakan SPBU tempatnya bekerja sudah tidak beroperasi sejak Minggu (24/8/2014) akibat tidak ada pasokan BBM jenis Premium dan Pertamax dari Pertamina. Selain Premium dan Pertamax, di SPBU tersebut juga mengalami kelangkaan solar.
"Tidak ada pasokan BBM. Kalau ada BBM pasti kami layani pelanggan lagi," kata Ikhsan, Selasa (26/8/2014).
Menurutnya, BBM subsidi mengalami kelangkaan akibat pengurangan pasokan dari Pertamina. Untuk wilayah Pidie, BBM dipasok dari Krueng Raya, Aceh Besar. Sementara solar sudah mengalami kelangkaan sejak sebulan lalu.
Pekanbaru
|
|
Kendaraan truk-truk industri di Riau masih memakai BBM biosolar (bersubsidi). Sejumlah truk-truk besar di SPBU jalur lintas di Riau ramai-ramai menyedot BBM solar subsidi.
Sayangnya, pihak SPBU tidak bisa melarang para sopir truk mengantre di SPBU-nya. Saat ini, aturan tersebut belum ada pengawalan yang ketat dari instansi terkait.
"Aturannya memang truk industri tak boleh mengisi di SPBU ini. Yang jadi masalah buat kita, bagaimana mungkin kita bisa menolak bila tidak ada mekanismenya. Harusnya, truk tersebut diberi tanda apakah dalam bentuk stiker atau tanda lainnya. Kalau itu ada, kita juga siap melaksanakan itu," kata Koordinator SPBU di Jl Arengka II Pekanbaru Tri Sukamto kepada detikFinance, Selasa (26/8/2014).
Dengan tidak adanya pengawasan atas larangan itu, lanjut Tri, maka pihaknya juga tidak berani melarang truk industri untuk mengisi BBM solar subsidi.
"Andaikan semua pihak bisa sama-sama mengawasi atas larangan itu, saya yakin semua SPBU sepakat untuk itu, agar truk mengisi BBM non subsidi. Tapi jika tidak, kita tidak mungkin juga memaksa mereka untuk mengisi non subsidi," kata Tri.
Halaman 2 dari 7











































