BBM Masih Langka di Pekanbaru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

Krisis BBM Subsidi

BBM Masih Langka di Pekanbaru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 13:38 WIB
BBM Masih Langka di Pekanbaru, Harga Kebutuhan Pokok Naik
Suasana antrean di SPBU di Pekanbaru, Riau
Jakarta - Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi di Pekanbaru, Riau. Antrean masih terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), padahal PT Pertamina (Persero) telah melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi.

Berdasarkan pantauan detikFinance, Rabu (27/8/2014), terjadi antrean panjang di SPBU di Jl Soekarno Hatta, Pekanbaru. SPBU tersebut sejak pagi sudah diserbu kendaraan dengan BBM biosolar.

Antrean di SPBU tersebut sampai keluar yang menyebabkan arus lalu lintas harus bergerak lambat. Sejumlah petugas keamanan di SPBU tersebut terpaksa membantu mengatur kendaraan agar jangan sampai menyebabkan kemacetan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan yang sama juga terlihat di SPBU di jalur ring road di Pekanbaru. Sejumlah SPBU dipadati kenderaan truk yang harus antre untuk mendapatkan BBM biosolar subsidi.

Sedangkan sejumlah SPBU di kawasan kota relatif normal. Tidak ada antrean yang panjang untuk pengisian BBM jenis premium.

Namun SPBU di tengah kota juga stok BBM biosolar tidak tersedia. Sehingga untuk mendapatkan BBM biosolar harus mencari ke sejumlah SPBU di jalur lintas.

"Kita terpaksa mengisi BBM solar harus mencari SPBU yang berada di jalur lintas. Harus mengantre paling cepat 30 menit," ujar Bogel, seorang pengemudi kendaraan travel antar kota dalam provinsi.

Masih sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi di Pekanbaru telah berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Candra, pedagang sembako di Pasar Kodim Pekanbaru, mengaku sejak kemarin harga sembako naik.

Contohnya harga beras merek 'Anak Daro' dari Rp 10.000 per kg kini menjadi Rp 13.000 per kg. Kemudian harga cabai pun naik dari Rp 14.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg.

"Sayur-mayur masih normal. Tapi yang namanya beras, telur, cabai semuanya mendadak naik," kata Candra.

Masih menurut Candra, kenaikan harga sembako ini merupakan imbas dari pembatasan BBM. Kondisi itu membuat kendaraan jasa angkutan harus menaikan harga sembako karena tambahan biaya distribusi.

Kebutuhan sembako di Riau selama ini sebagian dipasok dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Alasan susahnya mendapatkan BBM solar membuat para sopir menaikan harga jasa angkutan.

Sedangkan Ujang Jailani (36), seorang pengemudi truk angkutan sembako, mengatakan mereka terpaksa menaikan biaya transportasi karena sulitnya mendapatkan BBM Solar.

"Kadang di tengah perjalanan banyak SPBU kehabisan stok solar. Mau tidak mau kita beli eceran, yang harganya lebih mahal," katanya.

Kalaupun ada stok BBM solar, lanjut Ujang, dia bersama rekan-rekan sopir lainnya tidak mungkin bisa ikut antre yang bisa mencapai tiga jam.

"Kami tidak mungkin ikut antre selama itu karena yang kita bawa sembako dari Sumatera Barat yang harus sampai di Pekanbaru minimal jam 4 subuh. Kalau ikut antre, kita bisa kesiangan dan truk dilarang masuk kota," kata Ujang.

(cha/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads