"Tidak lagi ada pemotongan kuota di SPBU, sehingga diperkirakan terjadi kelebihan penyaluran BBM subsidi sekitar 1,35 juta KL dari kuota nasional yang ditetapkan 46 juta KL," ungkap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya kala ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (27/8/2014).
Hanung menegaskan, kelebihan penyaluran BBM subsidi tersebut dipastikan tidak akan menjadi tanggung jawab Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui jatah BBM subsidi tahun ini dipangkas dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Sejak awal sudah diperkirakan jumlah tersebut tidak akan cukup sampai 31 Desember 2014.
Berbagai program pengendalian dan pembatasan BBM subsidi dilakukan, namun tidak mampu untuk menekan konsumsi BBM subsidi yang mencapai 81.000 KL per hari. Sementara di APBN-P 2014 hanya dipatok 80.000 KL per hari.
(rrd/hds)











































