"Ini perilaku konsumen kita, masih suka beli BBM subsidi. Pasalnya, selisih harga antara BBM subsidi dengan non subsidi mencapai Rp 6.000-7.000 per liter," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya kala ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (27/8/2014).
Hanung melanjutkan, selisih harga yang sangat jauh menyebabkan kendaraan seperti mobil yang bagus dan berharga mahal tetap antre isi BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, sempat terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di sejumlah daerah. Hal ini karena Pertamina memangkas jatah BBM bersubsidi 5-20% per SPBU.
(rrd/hds)











































