Menurutnya sudah seharunya harga BBM subsidi sudah lama dinaikkan oleh siapa pun presidennya. Terakhir, Presiden SBY menaikkan harga BBM subsidi pada 22 Juni 2013 lalu.
"Saya sangat yakin kalau Pak SBY tidak akan menaikkan harga BBM. Karena memang dia tidak mau. Menkonya sudah mau, Menkeunya sudah mau, semua jajarannya sudah mau. Tapi memang tinggal Presidennya saja yang tidak mau," kata Enny dalam sebuah diskusi di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (27/8/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi dampaknya pasti harga naik dan sebagainya. Karena itu tadi, prasyaratnya tidak disipakan sebelumnya," katanya.
Enny mengatakan dengan kondisi seperti ini, maka sudah seharusnya Presiden SBY memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan baru untuk mempersiapkan kenaikan harga BBM subsidi.
"SBY harus bisa memberikan dukungan bagi Jokowi agar menyiapkan prasyarat agar kenaikan harga BBM berlangsung smooth. Tidak menimbulkan gejolak," katanya.
Ia mengatakan pemerintahan saat ini harus membantu persiapan kenaikan harga BBM dari sisi sosialisasi agar tak terjadi gejolak sosial di masyarakat. Selain itu, pemerintah sekarang harus membantu penetapan APBN 2015 yang lebih rasional, seperti alokasi infrastruktur, pendidikan, dan lainnya.
"Tidak lagi menetapkan APBN yang subsidi BBM-nya bengkak seperti yang sudah-sudah," katanya.
Enny mengimbau pemerintahan saat ini tak memberikan warisan yang sangat berat untuk pemerintahan baru seperti subsidi BBM yang semakin membengkak.
"Subsidi BBM masih tinggi tapi alokasi subsidi untuk sektor produktif masih kecil, itu sama saja SBY menjerumuskan Jokowi," katanya.
(hen/ang)











































