Jika Harga BBM Naik Rp 1.000-Rp 2.500, Ini Dampaknya ke Inflasi

Krisis BBM Subsidi

Jika Harga BBM Naik Rp 1.000-Rp 2.500, Ini Dampaknya ke Inflasi

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 16:30 WIB
Jika Harga BBM Naik Rp 1.000-Rp 2.500, Ini Dampaknya ke Inflasi
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong pemerintah untuk segera menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam hitungan BI, jika harga BBM dinaikkan antara Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per liter maka dimungkinkan bisa menyebabkan kenaikan inflasi 1,5% hingga 2,5%.

"Dari berbagai skenario apakah naik Rp 1.000-Rp 2.500 ya inflasi naiknya antara 1,5-2,5%," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Dia menjelaskan, opsi menaikkan harga BBM tersebut memang akan berdampak pada tingginya angka inflasi, namun itu hanya bersifat sementara. Dalam jangka panjang, inflasi akan kembali normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangka pendek memang ada kenaikan inflasi tapi jangka panjang kalau mekanisme subsidi sudah dibuat fixed tadi misal saya katakan naik Rp 2.500 atau Rp 1.000, dalam jangka panjang inflasi kita akan lebih normal," tuturnya.

Sebagai perbandingan, Mirza menambahkan, inflasi di negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand lebih rendah dibanding Indonesia karena komponen subsidi BBM terkendali.

"Makanya kalau kita lihat Filipina, Malaysia, Thailand, inflasinya itu lebih rendah dari kita secara permanen karena mereka komponen subsidi BBM-nya tidak ada atau kecil sekali sehingga mereka tidak perlu harus selalu setiap ada problem subsidi kemudian subsidi diturunkan, harga bbm naik, inflasi naik, sehingga suku bunga jadi naik atau susah turun. Jadi memang salah satu solusi untuk menurunkan inflasi adalah mekanisme subsidi BBM ini harus dibuat lebih sehat," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads