Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) menyalurkan BBM subsidi dan non subsidi di seluruh Indonesia secara normal tanpa ada pembatasan. Kebijakan ini berisiko membuat pasokan BBM subsidi 46 juta KL tak akan cukup sampai akhir tahun.
"Kalau kurang di bulan November, kita cari solusinya," kata Menteri ESDM Jero Wacik saat sidak di SPBU Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2014).
Jero mengatakan keputusan pemerintah menarik kembali kebijakan Pertamina memangkas kuota bertujuan agar antrean panjang kendaraan di SPBU tak terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jero tidak menampik subsidi BBM sebanyak 46 juta kilo liter tidak cukup hingga akhir tahun. Pasalnya ada lonjakan konsumsi BBM pada periode semester II-2014.
"Sampai pertengahan tahun jatah yang sudah habis 29,2 juta KL. Kan jatahnya 46 juta KL. Tapi semester II ada Lebaran. Itu lebih banyak. Jadi akan naik dikit," jelasnya.
Jero enggan menyebut langkah yang diambil oleh kementeriannya. Pemerintah saat ini fokus mengurai antrean panjang akibat dampak program pembatasan BBM subsidi.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tenang di dalam membeli BBM. Kepanikan bisa memicu antrean panjang padahal stok BBM nasional saat ini masih mencukupi.
"Masyarakat nggak perlu panik karena stok kita lebih dari cukup. 18 hari lebih dari cukup. Premium, solar dan Pertamax ada stok. Kalau masyarakat panik, kita juga ikut pusing," tegasnya.
(feb/hen)











































