"Waktu dilantik jadi Menteri ESDM pada Oktober 2011, seminggu kemudian kuota jebol. Apa kiamat? Ya nggak. Itu bisa diatasi kok," kata Jero saat sidak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2014).
Persoalan kuota, menurut Jero, bisa diselesaikan dengan jalan berkoordinasi. Pemerintah bisa menjalin komunikasi dengan DPR untuk memperoleh restu menaikkan kuota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jero menilai, masalah BBM bersubsidi bukan tanggung jawab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Subsidi BBM adalah masalah yang harus dipecahkan, siapapun presidennya.
"Pemerintah sekarang dan akan datang. Ini bukan uang Pak Jokowi, bukan uang Pak SBY. Kalau presiden ganti, uangnya tetap," katanya.
(feb/hds)











































