Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, subsidi BBM untuk premium saat ini mencapai Rp 5.000/liter, sedangkan solar Rp 6.000/liter.
"Kita menghadapi subsidi premium Rp 5.000. Solar Rp 6.000. Terserah mau naikkan berapa," kata Sofjan di acara Talkshow bersama pengembang Realestate Indonesia (REI) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (28/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar Rp 3.000, masih ada subsidi Rp 2.000, kita bisa hadapi itu, kita bisa hitung dari sekarang. Kita sebagai pengusaha itu bisa menjaga tidak ada spekulasi-spekulasi, cari untung pengusaha sebesar-besarnya," kata Sofjan.
Ia mengakui jika harga BBM naik, maka yang paling akan terkena dampaknya adalah biaya logistik yang mencakup distribusi dan transportasi. Sofjan memprediksi kenaikan BBM senilai Rp 3.000/liter itu akan menyebabkan tambahan biaya transportasi hingga 10%.
"Saya kira 10%, tapi itu Organda sedang hitung-hitungan. Tapi semuanya pasti minta untuk nggak naik," tutupnya.
(zul/hen)










































