Pengusaha Masih Bisa Terima Jika BBM Subsidi Naik Rp 3.000/Liter

Krisis BBM Subsidi

Pengusaha Masih Bisa Terima Jika BBM Subsidi Naik Rp 3.000/Liter

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2014 15:27 WIB
Pengusaha Masih Bisa Terima Jika BBM Subsidi Naik Rp 3.000/Liter
Jakarta - Dorongan kepada pemerintah agar menaikkan harga BBM bersubsidi terus bermunculan. Kalangan pengusaha menilai kenaikan harga BBM subsidi hingga Rp 3.000/liter masih bisa diterima.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, subsidi BBM untuk premium saat ini mencapai Rp 5.000/liter, sedangkan solar Rp 6.000/liter.

"Kita menghadapi subsidi premium Rp 5.000. Solar Rp 6.000. Terserah mau naikkan berapa," kata Sofjan di acara Talkshow bersama pengembang Realestate Indonesia (REI) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofjan sepakat dengan pernyataan anggota Tim Transisi Andi Widjajanto yang menyebutkan kenaikan harga BBM bersubsidi dikalkulasi Rp 3.000/liter. Menurutnya, angka tersebut masih masuk akal.

"Saya dengar Rp 3.000, masih ada subsidi Rp 2.000, kita bisa hadapi itu, kita bisa hitung dari sekarang. Kita sebagai pengusaha itu bisa menjaga tidak ada spekulasi-spekulasi, cari untung pengusaha sebesar-besarnya," kata Sofjan.

Ia mengakui jika harga BBM naik, maka yang paling akan terkena dampaknya adalah biaya logistik yang mencakup distribusi dan transportasi. Sofjan memprediksi kenaikan BBM senilai Rp 3.000/liter itu akan menyebabkan tambahan biaya transportasi hingga 10%.

"Saya kira 10%, tapi itu Organda sedang hitung-hitungan. Tapi semuanya pasti minta untuk nggak naik," tutupnya.

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads