Ada potensi produk BBM seperti Premium dan Solar akan dijual dengan harga keekonomian oleh PT Pertamina setelah kuota BBM subsidi habis.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, adanya alternatif untuk penambahan kuota. Meskipun dalam UU APBN Perubahan 2014 sudah dipatok kuota tidak akan ada penambahan anggaran bila 46 juta KL terlewati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perpu bisa digunakan, tapi saat negara kritis saja," kata CT di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Kamis (28/8/2014)
Apakah sekarang sudah dianggap kritis?
CT memastikan negara belum dalam kondisi kritis saat ini. Ia beralasan masih ada upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah agar kuota BBM tercukupi sesuai jatah 46 juta KL.
"Tentu ini belum kritis," tegasnya.
Pemerintah akan menjadikan ini sebagai opsi akhir. Sebelum pengambilan kebijakan Perpu, pemerintah juga akan bekonsultasi dulu kepada anggota DPR.
"Kita menghindari adanya Perpu dengan bekonsultasi dengan DPR. Pada saatnya nanti. Bukan pada saat sekarang," ungkap CT.
Pemerintah, lanjutnya akan tetap fokus dalam upaya pengendalian dengan berbagai cara. "Jadi sekarang sedang mengelola sedemikian rupa, supaya tidak lewat 46 juta KL," pungkasnya.
(mkl/hen)











































