Selagi Masih Populer, Jokowi Bisa Naikkan Harga BBM Subsidi 1 November

Krisis BBM Subsidi

Selagi Masih Populer, Jokowi Bisa Naikkan Harga BBM Subsidi 1 November

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2014 16:48 WIB
Selagi Masih Populer, Jokowi Bisa Naikkan Harga BBM Subsidi 1 November
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi, sehingga kebijakan ini kemungkinan besar akan dilakukan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"Mumpung masih populer di mata rakyat, Pak Jokowi segera naikkan harga BBM subsidi langsung Rp 3.000 per liter pada 1 November nanti," ungkap Senior Ekonom Bank Standard Chartered Fauzi Ichsan, kepada detikFinance, Jumat (29/8/2014).

Fauzi mengungkapkan, jika semakin ditunda, maka akan membuat angka kenaikan harga BBM subsidi semakin membengkak. Dampaknya adalah semakin berat beban yang ditanggung masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nggak dinaikkan, kita nggak ada uang lagi mau bangun infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi. Lambat laun APBN hanya untuk subsidi BBM, bayar gaji pegawai dan bayar utang," tegasnya.

Ia menjelaskan, dengan menaikkan harga BBM subsidi langsung Rp 3.000 per liter atau 45%, pemerintahan Jokowi dapat langsung menghemat anggaran pada 2014 sebesar Rp 19 triliun.

"Sementara pada 2015 penghematan anggaran bisa mencapai Rp 165 triliun. Semua itu sudah termasuk dipotong dana untuk BLT (bantuan langsung tunai) kepada 25% rakyat Indonesia yang termiskin Rp 300.000 per rumah tangga tiap tiga bulan sekali selama 6 triwulan," katanya.

Sementara dengan menaikkan langsung harga BBM sampai 45%, akan berdampak pada inflasi yang lumayan tinggi khususnya pada 2015 mencapai 7-8%.

"Inflasi memang tinggi, tapi masih relatif terukur, sementara masyarakat miskin tetap dilindungi dengan adanya BLT Rp 300.000 per liter. Namun pemerintah punya dana membangun infrastruktur yang menyerap tenaga kerja banyak dan produktif," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads