Nelayan Tak Masalah Harga Solar Naik Jadi Rp 7.500/Liter

Krisis BBM Subsidi

Nelayan Tak Masalah Harga Solar Naik Jadi Rp 7.500/Liter

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2014 18:13 WIB
Nelayan Tak Masalah Harga Solar Naik Jadi Rp 7.500/Liter
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan nelayan di Indonesia tidak keberatan jika harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dinaikkan. Asalkan pembeliannya tidak dibatasi.

"Harga naik jadi Rp 7.500/liter nelayan tidak masalah. Asalkan jangan dikuotakan," ungkap Direktur Pengembangan Usaha dan Penangkapan Ikan KKP Zaini Hanafi saat berdiskusi dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (29/08/2014).

Selama ini, menurut Zaini, pasokan BBM subsidi jenis solar ke nelayan tidak sesuai harapan. Nelayan yang seharusnya mendapatkan solar subsidi sebanyak 10 kilo liter/hari hanya mendapatkan 7 kilo liter/hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal itu yang mengakibatkan pasokan BBM subsidi sangat terbatas sehingga nelayan dirugikan dua kali. Pertama antre lama seharusnya berangkat hari ini baru paling cepat dua minggu baru bisa melaut. Kemudian jatah dikurangi. Jadi frekuensi melaut berkurang dan waktu melaut berkurang. Artinya produksinya anjlok," paparnya.

Kalau kejadian seperti ini, maka KKP memprediksi pendapatan nelayan akan berkurang hingga 50%. Namun jika harga BBM dinaikan menjadi Rp 7.500/liter dan tidak dikuotakan maka potensi pendapatan nelayan hanya berkurang 20%. Nelayan masih mendapatkan keuntungan jika harga BBM dinaikan dibandingkan harga tetap tetapi volume BBM dibatasi.
Β 
"Kemudian kalau harga sudah naik tetapi kuota tetap diberlakukan maka nelayan akan tambah terpuruk lagi. Yang penting nelayan diberikan subsidi khusus lah. Apakah itu BBM, alat tangkap, kapal, itu yang diperlukan agar subsidi tidak ke mana-mana," jelas Zaini.

(wij/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads