"Harga naik jadi Rp 7.500/liter nelayan tidak masalah. Asalkan jangan dikuotakan," ungkap Direktur Pengembangan Usaha dan Penangkapan Ikan KKP Zaini Hanafi saat berdiskusi dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (29/08/2014).
Selama ini, menurut Zaini, pasokan BBM subsidi jenis solar ke nelayan tidak sesuai harapan. Nelayan yang seharusnya mendapatkan solar subsidi sebanyak 10 kilo liter/hari hanya mendapatkan 7 kilo liter/hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau kejadian seperti ini, maka KKP memprediksi pendapatan nelayan akan berkurang hingga 50%. Namun jika harga BBM dinaikan menjadi Rp 7.500/liter dan tidak dikuotakan maka potensi pendapatan nelayan hanya berkurang 20%. Nelayan masih mendapatkan keuntungan jika harga BBM dinaikan dibandingkan harga tetap tetapi volume BBM dibatasi.
Β
"Kemudian kalau harga sudah naik tetapi kuota tetap diberlakukan maka nelayan akan tambah terpuruk lagi. Yang penting nelayan diberikan subsidi khusus lah. Apakah itu BBM, alat tangkap, kapal, itu yang diperlukan agar subsidi tidak ke mana-mana," jelas Zaini.
(wij/hds)











































