Solar untuk Nelayan Dipangkas 20%, Ini Penampakan SPBN-nya

Solar untuk Nelayan Dipangkas 20%, Ini Penampakan SPBN-nya

- detikFinance
Senin, 01 Sep 2014 11:01 WIB
Solar untuk Nelayan Dipangkas 20%, Ini Penampakan SPBN-nya
Jakarta - Pihak pengelola Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Cilincing, Jakarta Utara mengakui pasokan solar subsidi untuk nelayan dari Pertamina pusat dipangkas 20%.

Meski dipangkas, pasokan solar subsidi berjalan normal dan tidak ditemui antrean padat dibandingkan daerah sentra nelayan lainnya seperti di Aceh dan Pantura.

"Di sini aman-aman saja, tidak ada antrean. Pasokan solar memang berkurang 20% dari Pertamina pusat," ungkap Kepala SPDN 39.141.17, Cilincing, Jakarta Utara Johan kepada detikFinance di lokasi, Senin (1/09/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johan memaparkan awalnya setiap minggu Pertamina rutin memasok solar subsidi ke SPDN-nya sebanyak 288 Kilo Liter (KL). Sejak dikeluarkan aturan tertulis dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pasokan solar yang datang hanya 224 KL.

"Ada selisih pengurangan 58-64 KL atau berkurang 20%," imbuhnya.

Walaupun pasokan dipotong, Johan mengaku tidak ada antrean yang signifikan dari para perahu nelayan yang akan mengisi bahan bakar solar. Hal ini karena kapal yang mengisi solar di SPDN-nya tergolong kapal jenis kecil.

"Setiap hari kita tetap layani pembelian solar 10-15 kapal. Tidak ada antrean karena ukuran kapal paling besar di tempat ini hanya 6 GT (Gross Ton) dengan konsumsi BBM per hari di bawah 200 liter," paparnya.

Ia juga mengatakan harga solar subsidi yang dijual di SPDN-nya tetap Rp 5.500/liter. "Harganya tetap sesuai harga yang ditetapkan Pertamina," jelasnya.

Seperti diketahui mulai 4 Agustus 2014, alokasi Solar bersubsidi untuk Lembaga Penyalur Nelayan (SPBB/SPBN/SPDN/APMS) juga akan dipotong sebesar 20% dan penyalurannya mengutamakan kapal nelayan di bawah 30GT.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads