Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, reformasi subsidi (terutama BBM) adalah hal utama. "Itu aspek terbesar, karena menyangkut Rp 450 triliun. Aspek terbesar dalam hal APBN, yang lain baru penghematan, korupsi, dan birokrasi," paparnya saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2014).
Bahkan, JK sampai mengutip buku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu Selalu Ada Pilihan. "Pak SBY dalam bukunya bilang Selalu Ada pilihan. Ini (menaikkan harga BBM) juga pilihan. Mau kasih bangkrut negara atau bangun jalan, rumah sakit, sekolah atau pengairan. Itu pilihannya," papar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Anggota Tim Transisi Andi Widjajanto mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi yang tengah dikaji saat ini adalah antara Rp 1.000-Rp 3.000 per liter. Andi mengatakan, pihaknya mempertimbangkan waktu tepat menaikkan harga BBM subsidi dari sisi moneter.
"Besaran simulasi kenaikan sampai Rp 3.000, jadi antara Rp 1.000-Rp 3.000. Masih disimulasi," ujar Andi, Rabu (20/8/2014).
(hds/hen)











































