Sehingga menaikkan harga BBM subsidi menjadi 'jatah' pemerintahan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan Presiden SBY menganggap waktu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi belum pas. Alasannya, masyarakat sudah banyak dihadapkan dengan berbagai beban seperti kenaikan tarif listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mengatakan, pasangan Jokowi-JK nanti bisa saja langsung menaikkan harga BBM bersubsidi setelah resmi dilantik jadi presiden. Namun menurut Hidayat, Jokowi perlu mempersiapkan kompensasi bagi masyarakat miskin.
"Mestinya kalau dia naikkan itu, dia sudah mempersiapkan diem-diem segala sesuatunya. Itu harus ada sekelompok rakyat miskin itu harus diberi subsidi. Sekarang ini pemberian subsidinya langsung kepada orang. Itu yang paling efektif," katanya.
Hidayat tidak menyebut berapa besaran kenaikan BBM subsidi yang paling ideal nantinya, meski menurutnya kalkulasi dan hitung-hitungan kenaikan sudah dilakukan.
Menurutnya kenaikan harus dilakukan secara bertahap, agar tidak terjadi gejolak yang besar di masyarakat.
"It takes time (butuh waktu). Supaya tidak ada yang salah paham. Beberapa bulan," katanya.
Saat ini pemerintah Presiden SBY menaikkan tarif listrik untuk industri hingga rumah tangga. Seperti pada hari ini, 1 September mulai ada kenaikan tarif listrik kesekian kalinya, yang dilakukan bertahap tahun ini.
(zul/hen)











































