Tarif Listrik dan Harga Elpiji Naik, Ini Tanggapan JK

Tarif Listrik dan Harga Elpiji Naik, Ini Tanggapan JK

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2014 15:50 WIB
Tarif Listrik dan Harga Elpiji Naik, Ini Tanggapan JK
Jusuf Kalla, Wakil Presiden Terpilih 2014-2019
Jakarta - Mulai 1 September 2014 kemarin, tarif listrik untuk sejumlah golongan sudah resmi naik. Kemudian harga elpiji 12 kg juga kemungkinan naik dalam waktu dekat. Bagaimana tanggapan Jusuf Kalla, wakil presiden terpilih?

Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, kedua kebijakan tersebut tidak akan terlalu berdampak kepada masyarakat. Dia menilai kenaikan tarif listrik dan harga elpiji 12 kg tidak akan menciptakan kemiskinan baru.

"Yang naik ini kan listrik industri sebagiannya, tidak menyentuh orang yang tidak mampu. Begitu juga kenaikan gas, yang naik kan 12 kilo. Itu menengah atas, jadi nggak memiskinkan rakyat," papar JK di kediamannya di daerah Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tarif listrik dan harga elpiji 12 kg, lanjut JK, tentunya sudah melalui pertimbangan matang. Terutama memperhatikan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak dunia.

"Kenaikan itu kan tergantung keadaan. Kalau harga minyak dunia naik, atau yang lain naik, dolar naik, ya kadang-kadang sulit dihindari. Tapi selama itu stabil, dolar stabil, minyak stabil, tidak perlu naik," jelasnya.

Meski ada kenaikan tarif listrik dan elpiji 12 kg, JK menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap harus dilakukan. Tanpa kenaikan harga BBM, anggaran negara akan 'berdarah-darah'.

"Defisit terus. Bisa sampai Rp 500 triliun jangan lupa semua (subsidi) energi itu. Habis negeri ini," tegasnya.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads