Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, kedua kebijakan tersebut tidak akan terlalu berdampak kepada masyarakat. Dia menilai kenaikan tarif listrik dan harga elpiji 12 kg tidak akan menciptakan kemiskinan baru.
"Yang naik ini kan listrik industri sebagiannya, tidak menyentuh orang yang tidak mampu. Begitu juga kenaikan gas, yang naik kan 12 kilo. Itu menengah atas, jadi nggak memiskinkan rakyat," papar JK di kediamannya di daerah Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan itu kan tergantung keadaan. Kalau harga minyak dunia naik, atau yang lain naik, dolar naik, ya kadang-kadang sulit dihindari. Tapi selama itu stabil, dolar stabil, minyak stabil, tidak perlu naik," jelasnya.
Meski ada kenaikan tarif listrik dan elpiji 12 kg, JK menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap harus dilakukan. Tanpa kenaikan harga BBM, anggaran negara akan 'berdarah-darah'.
"Defisit terus. Bisa sampai Rp 500 triliun jangan lupa semua (subsidi) energi itu. Habis negeri ini," tegasnya.
(hds/hen)











































