Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dana untuk Balsem tersebut sudah dialokasikan dalam anggaran cadangan risiko sosial Rp 5 triliun. Jadi sebenarnya, pemerintah memang siap untuk menaikkan harga BBM subsidi tahun ini.
"Itu sebagai antisipasi kalau dinaikkan BBM tahun ini. Ada anggaran Rp 5 triliun," ungkap Askolani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (2/9/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa untuk tiga bulan," sebutnya.
Menurut Askolani, anggaran ini tidak perlu lagi meminta persetujuan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sama halnya dengan kebijakan menaikkan harga BBM subsisi.
"Itu sudah disetujui, dan tinggal dilaksanakan saja," ujar Askolani.
(mkl/dnl)











































