Chatib: Kenaikan Harga Tak Akan Bantu Atasi Jebolnya Kuota BBM Subsidi

Chatib: Kenaikan Harga Tak Akan Bantu Atasi Jebolnya Kuota BBM Subsidi

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2014 20:05 WIB
Chatib: Kenaikan Harga Tak Akan Bantu Atasi Jebolnya Kuota BBM Subsidi
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menegaskan opsi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di akhir 2014 tak akan efektif mengerem konsumsi BBM di masyarakat.

Ia berkeyakinan meski ada kenaikan harga BBM subsidi, kuota 46 juta kiloliter akan tetap jebol di tahun ini. "Dalam jangka waktu pendek, perubahan itu belum akan terjadi," kata Chatib di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (2/9/2014)

Chatib beralasan, masyarakat tetap akan membutuhkan BBM subsidi untuk kendaraannya. Meski harga BBM subsidi sudah dinaikkan, masyarakat akan tetap membelinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BBM itu barang in-elastis, seperti beras yang kalau harganya naik juga tetap akan dimakan (dibeli)," sebutnya.

Menurutnya, ada tiga langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintahan baru mendatang, ketersediaan kebijakan BBM subsidi. Kebijakan itu antaralain Perubahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu), revisi APBN Perubahan 2014 dan penggunaan pasal 34 dalam APBN Perubahan 2014, untuk menambah kuota BBM subsidi dengan persetujuan DPR.

"Pasal 34 itu adalah terkait dengan kondisi darurat," kata Chatib.

Dalam waktu dua bulan, salah satu dari tiga langkah tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah baru, tentunya dengan pembicaraan dengan DPR. Namun ketentuannya hanya bisa dilakukan setelah ada kepastian kuota BBM subsidi sudah terlampaui.

"Sekarang diajuin nggak bisa. Karena over kuota masih proyeksi. Harus ada dulu," terangnya.

Bila langkah tersebut tidak ditempuh, menurut Chatib penjualan BBM akan tanpa disubsidi. Artinya masyarakat harus membeli dengan harga normal atau harga keekonomian.

"BBM akan berjalan tanpa subsidi," tegasnya.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads