"Sudah 4 tahun kita menyampaikan terus menerus agar pemerintah menyelesaikan masalah ini. Kami mendesak pemerintah segera mengambil langkah korektif," tegas Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto dalam Konferensi Pers mengenai Persoalan BBM Bersubsidi, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/9/2014).
Suryo beralasan, BBM subsidi selama ini tak tepat sasaran. Karena BBM subsidi hanya dinikmati orang-orang kaya yang tak berhak disubsidi. Bahkan menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengetahui kenyataan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di samping itu, kita tahu karena terjadi disparitas (perbedaan) harga, banyak BBM yang diselundupkan, yang diselewengkan, ini sangat merugikan. Bahkan ada yang menyebut, para nelayan daripada mencari ikan lebih baik menjual solar," imbuhnya.
Masyarakat pun harus sadar bila persoalan ini didiamkan, maka akan semakin memberatkan masyarakat sendiri. Persoalan BBM subsidi ini menurut Suryo ibarat penyakit kanker yang harus segera dicabut.
"Kalau ini didiamkan maka akan lebih memberatkan rakyat. Beban itu nanti pada akhirnya akan dipikul juga oleh rakyat. Dampaknya akan lebih besar. Kalau mau cabut sekalian, sakitnya sekalian," tutup Suryo.
(zul/dnl)











































