"Tetap dong, masuk Fortune," kata VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir saat ditanya bagaimana prestasi Pertamina masuk 'Fortune 500' pasca Karen mundur menjadi dirut.
Hal itu disampaikan Ali dalam perjalanan 'Pertamax and Fastron Go To Europe' saat transit di Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (5/9/2014) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada 2020 (target 50 besar), tapi kita maunya lebih cepat," jelas dia.
Sebelumnya, prestasi Karen yang membawa Pertamina masuk dalam 'Fortune 500' dipuji Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Bu Karen bagus, karena dua tahun berturut-turut membuat Pertamina masuk Fortune 500," jelas Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Menurut catatan detikFinance, dua kali Pertamina masuk dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia atau Fortune Global 500. Tahun 2014 ini, Pertamina berhasil menempatkan diri di urutan 123 dari 500 perusahaan terbesar. Selain itu juga pernah masuk jajaran wanita paling berpengaruh di dunia pada akhir 2013 lalu.
Karen Agustiawan, wanita kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958, mulai menjabat sebagai Dirut Pertamina sejak 2009. Saat ini Karen sebenarnya menjalankan periode masa jabatannya yang kedua. Masih ada 4 tahun lagi sebelum masa jabatannya habis.
(nwk/ang)











































