Packing Plant Semen Indonesia di Sorong Sering 'Byar Pet'

Packing Plant Semen Indonesia di Sorong Sering 'Byar Pet'

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2014 08:52 WIB
Packing Plant Semen Indonesia di Sorong Sering Byar Pet
Fasilitas packing plant Semen Indonesia di Sorong, Papua Barat
Sorong - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengoperasikan fasilitas pengemasan atau packing plant sejak setahun silam di Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Packing plant ini beroperasi dari pukul 07.00 WIT sampai 19.00 WIT.

Operasional fasilitas ini berjalan dari hari Senin sampai Sabtu. Untuk mendukung operasi, diperlukan pasokan listrik dalam jumlah besar. Namun ternyata, pasokan listrik dari PT PLN (Persero) justru sering padam alias byar pet.

"Sehari bisa 5-10 kali pemadaman. Setiap malam pasti mati listrik," kata Manager Sub Logistik Packing Plant Sorong Semen Indonesia Choiru Zaki di Packing Plant Semen Indonesia di Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Jumat (5/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski listrik PLN padam, operasional packing plant tidak boleh berhenti. Alhasil Semen Indonesia harus menyiapkan genset dalam posisi stand by alias siaga.

"Kalau mati, kita pakai genset. Tapi kita juga kesulitan dapat solar," tegasnya.

Semen Indonesia pun harus berjuang agar bisa memperoleh solar. Setidaknya packing plant membeli solar sebanyak 200 liter setiap 10 hari.

"Solar kalau mati listrik 50 liter itu hanya bisa jalankan genset selama empat jam. Tapi solar di sini susah, jadi kita beli solar non subsidi yang agak mahal harganya dan kita harus beli di kota," jelasnya.

Selain kendala listrik, ada masalah akses jalan menuju area packing plant. Jalan menuju area packing plant banyak berlubang dan rusak.

Hal ini menghambat mobilitas truk-truk pembawa semen. Bahkan askes jalan menuju pabrik yang rusak bisa membuat sak-sak semen terjatuh dari truk.

"Hambatan pertama dari supply listrik, kedua adalah infrastruktur jalan. Di sini nggak bisa truk besar, jadi kita pakai truk kecil," sebutnya.

Selama beroperasi sejak tahun lalu, packing plant Semen Indonesia tidak pernah menghadapi kendala seperti gangguan dari masyarakat lokal. Semen Indonesia secara aktif menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu mayoritas pekerja adalah penduduk sekitar pabrik.

"Program CSR berjalan optimal. Anggaran CSR kita sangat besar," ujarnya.

(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads