Bikin Jaringan Gas Hunian Vertikal Lebih Mudah Ketimbang Rumah Tapak

Bikin Jaringan Gas Hunian Vertikal Lebih Mudah Ketimbang Rumah Tapak

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2014 17:30 WIB
Bikin Jaringan Gas Hunian Vertikal Lebih Mudah Ketimbang Rumah Tapak
Jakarta - Membangun jaringan pipa bahan bakar gas (BBG) untuk kebutuhan rumah tangga di hunian tapak kerap terbentur masalah dibandinkan membangun jaringan untuk hunian vertikal.

Kondisi ini membuat PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) melalui anak usahanya, PT PGAS Solution saat ini memprioritaskan jaringan pipa gas untuk hunian vertikal ketimbang rumah tapak.

Direktur utama PT PGAS Solution, Dilo Seno Widagdo menjelaskan membangun jaringan pipa gas untuk rumah butuh waktu sekitar 3 bulan untuk mendapat izin sebelum mulai kegiatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Izin antara lain rekomendasi dari BPH Migas, izin prinsip, izin AMDAL, izin gangguan, dan izin operasional dari dinas yang terkait dengan lokasi pembangunan, misalnya Dinas Pekerjaan Umum. Sedangkan pemasangan jaringan gas di hunian vertikal cukup izin dari pihak pengembang saja.

Selain itu dari sisi pemanfaatan pipa, jaringan pipa yang dipasang pada hunian vertikal bisa dimanfaatkan semua penghuni berbeda dengan di kawasan hunian tapak yang belum tentu semua warga mau meskipun saat sosialisasi yaang datang bisa ratusan orang.

''Untuk hunian tapak kalau tarik 1 kilometer pipa belum tentu ada 10 pelanggan, kalau di hunian vertikal tarik 10 kilometer pipa akan banyak yang pakai karena mereka langsung merasakan daripada harus menggotong elpiji. Maka prioritasnya kita dorong ke rumah vertikal,'' kata Dilo kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Dilo juga menceritakan anak buahnya kerap mendapat masalah saat memasang jaringan pipa gas untuk rumah tapak, contohnya pemilik rumah yang tidak ikut memasang kerap meminta uang sebagai ganti rugi atas kenyamanan yang terganggu karena sekitar rumahnya ada kegiatan pemasangan pipa.

Besarnya berariasi, ada yang per kepala keluarga minta Rp 200 ribu, bahkan ada yang lebih tergantung dari penilaian mereka masing-masing. ''Jadi kan biaya yang dikeluarkan bukan cuma untuk pasang pipa,'' ujar Dilo.

Meski begitu, PGN tetap membuka kesempatan jika ada warga di kawasan hunian tapak ingin memasang sambungan pipa gas untuk kebutuhan rumah tangga. Yang penting, kata Dilo, harus ada kolektivitas dari warga yang dikoordinir oleh Ketua RT atau Ketua RW setempat sehingga tidak hanya satu atau dua rumah saja yang pasang.

Selain itu, PGN juga mengerahkan sekitar 1.500 orang petugas lapangan untuk aktif sosialisasi tentang pemakain BBG untuk rumah tangga, selain bertugas menangani jaringan pipa.

Dilo menambahkan, untuk pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di hunian vertikal berbarengan dengan program pemerintah, misalnya program rumah susun Pemda DKI dan program jaringan gas ke masyarakat dari Kementerian ESDM.

Program pemerintah membantu PGN untuk akselerasi pemasangan jaringan gas rumah tangga, khususnya di wilayah Jakarta. Contohnya antara lain hunian vertikal di Kelapa Gading, Kalibata, Klender, Tebet, dan Tipar Cakung.

''Kita sasar rumah vertikal karena programnya pemerintah kita ikut, yang gini-gini memang harus selaras dengan program pemerintah,'' tutup Dilo

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads