"Dunia migas prihatin dan terkejut dengan hal ini," ujar Lukman, yang juga Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA), kepada detikFinance, Senin (8/9/2014).
Menurutnya, kejadian tersebut pasti ada hikmahnya terutama dalam penegakan hukum di Indonesia. Diharapkan akan timbul perilaku pejabat pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengharapkan, presiden baru nantinya juga dapat memilih Menteri ESDM dan para pejabat lainnya yang berintegritas dan profesional.
"Tapi yang paling penting pejabat yang dipilih mengerti migas, sehingga punya kompetensi untuk mengambil keputusan. Tanpa kompetensi yang cukup tentunya akan sulit dan ragu untuk mengambil keputusan yang tepat dan berkualitas. Akhirnya terjadi kelambanan dan proyek menjadi terhambat," tuturnya.
(rrd/hds)











































