Jokowi akan Bangun 2 Kilang Minyak Baru, Ini Manfaatnya

Jokowi akan Bangun 2 Kilang Minyak Baru, Ini Manfaatnya

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2014 13:56 WIB
Jokowi akan Bangun 2 Kilang Minyak Baru, Ini Manfaatnya
Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan rencana pembangunan kilang minyak baru hasil studi pemerintah saat ini. Pembangunan kilang minyak ini diperlukan untuk mendukung pengolahan dan produksi minyak di Tanah Air.

Ada beberapa dampak positif jika ada kilang baru, meski saat ini produksi minyak Indonesia belum mencukupi kebutuhan sehingga sebagian masih impor, dalam bentuk minyak mentah atau BBM.

Namun setidaknya, jika ada kilang baru maka Indonesia bisa membeli langsung minyak mentah dari produsennya dalam jumlah besar. Positifnya, Indonesia tidak lagi tergantung pada pembelian minyak dan BBM dari Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bikin kilang sendiri hitungan kasar. Kita harus bicara ke Iran dan Saudi. Kita butuh 300.000 barel per hari (misal). Itu mulai 2019. Selain itu harga lebih murah daripada beli di pasar Singapura. Kalau 300.000 barel beli langsung bisa hemat US$1 per barel. Ini bikin (kilang) sendiri pasti lebih hemat lagi. Kita nggak lagi tergantung kilang Singapura," kata Pengamat Energi Umar Said pada acara diskusi energi di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Selain berbicara ketahanan energi, ada manfaat lain yang diperoleh dari pembangunan kilang baru. Banyak penyerapan tenaga kerja baru untuk mendukung operasional kilang baru di dalam negeri.

"Belum lagi orang-orang kita bisa bekerja. Keuntungan yang bisa diantarkan banyak sekali," jelasnya.

Said menambahkan pembangunan kilang baru relatif menguntungkan meskipun marginnya tidak besar. Pemerintah juga bisa menggandeng investor untuk pembiayaan kilang ini.

"Dari kajian kilang baru IRR (Internal Rate of Return) 8%," jelasnya

Said juga berbicara terkait kondisi Indonesia yang belum memiliki kilang baru sejak belasan tahun lalu. Menurutnya ada pihak-pihak yang tidak suka jika Indonesia bisa langsung membeli BBM dari negara penghasil kemudian dibawa ke tanah air untuk diolah pada kilang-kilang dalam negeri.

"Saya kuat menduga ini kerjaan mafia. Mafia nggak mau kilang baru. Karena impor minyaknya berkurang," paparnya.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads