"Berdasarkan surat Pertamina 8 Agustus lalu, tertera, masih ada kurang bayar Rp 2,714 triliun dari program konversi gas elpij 3 Kg," ujar Direktur Gas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto, dihubungi detikFinance, Senin (8/9/2014).
Djoko, mengatakan, utang pemerintah tersebut berdasarkan perhitungan realisasi anggaran konversi 2007-2010, dan belum termasuk biaya konversi 2012 sebanyak 1.957 paket (kompor, tabung, dan selang regulator).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau biaya konversi elpiji 3 kg pada 8 tahun terakhir ini mencapai Rp 13 triliun, namun penghematan akibat konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg mencapai Rp 144,5 triliun pada 2007-2014.
"Dari 2007-2014 ini artinya pemerintah sudah dapat menghemat anggaran mencapai Rp 131,4 triliun dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg. Ini setelah dipotong biaya konversi Rp 13 triliun," tutup Djoko.
(rrd/dnl)











































