"Naikkan listrik, paling politisi saja yang marah," kata JK pada acara diskusi migas di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (8/9/2014).
JK menilai, rakyat sebetulnya bisa menerima penyesuaian tarif BBM hingga TDL. Syaratnya adalah pemerintah harus memberi penjelasan terkait sebab kenaikan dan kompensasi yang diterima masyarakat pasca penyesuaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asli Makassar ini memiliki pengalaman ketika menaikkan harga BBM di 2005 silam. Saat itu, JK masih menjadi wakil presiden.
"Di 2005 naik 2 kali. Nggak ada demo karena BLT (Bantuan Langsung Tunai) langsung dibagi. Dulu timing (waktu) 2 hari sebelum puasa, jadi nggak ada demo," jelasnya.
Di tengah melebarnya defisit neraca berjalan negara saat ii, JK menilai sudah saatnya dilakukan kenaikan harga BBM subsidi. Alokasi penghematan dana dari kenaikan BBM subsudu, bisa dipakai untuk membiayai sektor-sektor strategis.
"Dalam waktu dekat subsidi harus dialihkan, nggak ada cara lain," sebutnya.
(feb/dnl)











































