Data terakhir SKK Migas menyebutkan, dari target produksi gas di APBN 2015 sebesar 6.853 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), realisasinya telah mencapai 7.036 juta MMSCFD.
Tapi kondisi ini tidak berdampak positif bagi PLN. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah memang telah mendapatkan pasokan gas, namun jumlahnya kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gundih sudah masuk sejak akhir pekan lalu, tapi baru 10 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) dari yang dijanjikan sebanyak 50 juta MMSCFD," kata Suryadi dihubungi, Selasa (9/9/2014).
Suryadi mengatakan, walau mendapatkan pasokan gas 10 MMSCFD, PLTGU Tambak Lorok tidak langsung dioperasikan, karena jumlah gas yang diperolah masih cukup rendah.
"Tapi masih bisa dinyalakan namun hanya beroperasi 4-5 jam pada jam puncak saja, sehingga mengurangi penggunaan BBM," kata Suryadi.
Ia menambahkan, walau hanya beroperasi selama 5 jam saat beban puncak, PLTGU Tambak Lorok sudah dapat memasok listrik sebanyak 160 megawatt (MW).
Seperti diketahui, pengaliran gas dari Lapangan Gundih ke PLTGU Tambak Lorok sudah diuji coba mulai 12 Mei lalu. Rencananya, pada tahap awal, PLN akan menerima pasokan gas sebesar 10-30 mmscfd. Secara bertahap, pasokan gas tersebut akan naik hingga mencapai kapasitas penuh 50 mmscfd.
PLTGU Tambak Lorok terdiri 2 blok, masing-masing blok terdiri dari gas turbine 3Γ109.5 MW dan steam turbine 1Γ188 MW. Pembangkit ini sejak Oktober 2012 lalu dihentikan, karena belum mendapat pasokan gas. Dengan beroperasinya PLTGU Tambak Lorok ini, pasokan sistem Jawa Bali akan bertambah 465 MW dan penghematan sebesar Rp 292 miliar per tahun.
(rrd/dnl)











































