Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) merekomendasikan adanya pengalihan subsidi energi untuk pembangunan infrastruktur.
Rekomendasi tersebut disampaikan dalam acara Seminar Bertajuk 'Pengalihan Subsidi BBM untuk Pembangunan Infrastruktur Transportasi dan Ekonomi Kreatif', di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Ketua IKAL Boedhi Setiadjid mengatakan, pengurangan subsidi BBM dapat meningkatkan nilai investasi infrastruktur hingga 10% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekomendasi ini penting, lanjut dia, lantaran saat ini iklim investasi Indonesia masih terkendala masalah infrastruktur, terutama transportasi yang mengakibatkan arus barang tidak lancar.
Kondisi ini membuat pembukaan industri di Indonesia menjadi tidak efisien dan kalah ekonomis dengan negara tetangganya seprti Vietnam, Filipina dan Thailand.
"Subsidi BBM seharusnya dapat dipakai untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur logistik yang selama ini menjadi masalah dalam kelancaran arus barang," kata dia.
Bila rekomendasi ini dapat direspon dan dilaksanakan oleh Pemerintah, ia mengatakan, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di tengah ketatnya persaingan ekonomi dunia.
"Dengan demikian Indonesia dapat bersaing menyamai infrastruktur di India dan Tiongkok," sambungnya.
Direncanakan hadir dalam seminar sehari ini adalah Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dan Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK Hasto Kristiyanto.
Akan hadir pula Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, Wakil Ketua Umum Kadin Natsir Masyur dan Pakar Energi Nasional Kurtubi.
(dnl/dnl)











































