Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, menegaskan bahwa kebijakan harga BBM merupakan tanggung jawab masing-masing pemerintahan. Tidak akan ada intervensi untuk memaksakan kehendak.
Menurut CT, sapaan Chairul Tanjung, masalah BBM yang terjadi sebelum 20 Oktober 2014 akan diurus oleh pemerintahan Presiden SBY. Namun setelah itu akan menjadi kewenangan pemerintahan baru di bawah presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini pun mengemukakan senada. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan sekarang tidak akan diintervensi, begitu pun sebaliknya.
"BBM kami sudah setuju. Porsi kebijakan sekarang, tidak akan diintervensi. Kita akan fokus pada kebijakan selanjutnya," kata Rini.
Dengan begitu, lanjut Rini, masing-masing pemerintahan akan lebih fokus dalam menjalan kebijakannya. Namun terkait kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru, Rini enggan merinci lebih jauh.
(mkl/hds)











































