CT: Tolak PLTU Batang, Masyarakat Kehilangan Proyek Rp 40 Triliun

CT: Tolak PLTU Batang, Masyarakat Kehilangan Proyek Rp 40 Triliun

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2014 14:52 WIB
CT: Tolak PLTU Batang, Masyarakat Kehilangan Proyek Rp 40 Triliun
Jakarta - Hingga kini, proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terbesar ASEAN di Batang, Jawa Tengah 2 x 1.000 megawatt (MW), belum bisa dilaksanakan karena masalah lahan. Bagaimana progres terbarunya?

Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, dirinya sudah bertemu Gubernur Jawa Tengah, Pangdam, Kapolda, Bupati, Kapolsek, Kapolres, hingga Kepala Desa untuk meyakinkan pentingnya proyek tersebut.

"Kepada mereka saya sampaikan ada proyek Rp 40 triliun. Artinya uang akan masuk ke kabupaten Batang. Kalau karena 32 orang itu yang tak mau dibebaskan, uang Rp 40 triliun itu nggak jadi masuk, kan yang rugi masyarakat Batangnya sendiri. Sekarang silakan, kalau masyarakat Batangnya nggak mau, saya bilang ini PLN sudah punya tanah di tempat lain, kita pindahkan," tutur CT, sapaan akrab Chairul di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, pemerintah sudah meminta PLN membangun PLTU baru berkapasitas serupa di lokasi lain, namun tetap di Jawa Tengah. Bila masyarakat Batang akhirnya setuju dengan pembangunan PLTU, maka akan dibuat 2 proyek PLTU.

"Kalau mau, dua-duanya kita bangun. Sampai hari ini sudah ada kemajuan. Laporan yang saya terima sudah terjadi pembebasan tanahnya lebih baik. Mudah-mudahan segera selesai. Uang Rp 40 triliun masuk itu bisa dibayangkan akan membuat kesejahteraan yang luar biasa," tutur CT.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads